UAS DAN KEBERHASILAN BELAJAR

Suasana pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) STAIS Kutai Timur, 15 Januari 2009 yang bertempat di Aula kampus STAIS Kutai Timur

Suasana pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) STAIS Kutai Timur, 15 Januari 2009 yang bertempat di Aula kampus STAIS Kutai Timur

Malam mulai turun di bumi Sengata Kutai Timur. Gelapnya hampir-hampir menyelimuti seluruh pelosok bumi Sengata. Di sana sini cahaya lampu neon tampak mulai dihidupkan untuk mengusir gelapnya malam. Waktu itu, Rabo malam (14/01) sekitar pukul 18.30 WITA, benderang cahaya dari lampu neon di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Sengata (STAIS) Kutai Timur menerangi Hall Gedung Pertemuan Umum (GPU) STAIS kutim. Kursi kuliah telah lengkap dengan nomor ujian tertata rapi berjajar memanjang dua dua memenuhi ruangan seluas 25 meter persegi.
Stais Info (20/01).

“Besok pagi, Kamis (15/01) pukul 13.00 WITA, Kampus STAIS Kutim memang memulai ujian akhir Semester ganjil 2008/2009. tak tanggung-tanggung, panitia memang sengaja mempersiapkan segalanya dengan matang, mengingat ujian semester ganjil 2008/2009 STAIS kali ini diselenggarakan serentak di satu ruang sekaligus (GPU)”. terang ketua Panitia UAS STAIS Kutim, Musthofa Luthfi, S.Pd.I saat ditemui di sela-sela mempersiapkan ruangan ujian.

“Panitia ujian sengaja menggabungkan baik antara kelas reguler semester I, A dan B dengan kelas weekendnya I-C, maupun reguler semester III, A dan B dengan Weekendnya III-C dan III-Dnya, di samping karena efektifitas, juga bertujuan mempertemukan kelas reguler dengan kelas weekend yang sangat jarang bisa saling mengenal”. Imbuh alumnus STAIN Samarinda ini.

Kamis (15/01) Seremoni pembukaan Ujian Akhir Semester STAIS dibuka dengan khidmat oleh ketua Jurusan, Imam Hanafi MA tepat pukul 13.00 WITA. “UAS menjadi tolok ukur terakhir kegiatan perkuliahan yang telah dilalui oleh mahasiswa selama satu semester. Keberhasilan belajar, kegigihan dan kesungguhannya kemudian diuji dalam momentum UAS ini”. Ujar pria flamboyant ini dalam kata sambutannya.

Suasana palaksanaan UAS STAIS Kutim, Jum'at, 16 Januari 2009

Suasana palaksanaan UAS STAIS Kutim, Jum'at, 16 Januari 2009

Pada kesempatan yang lain, Ketua STAIS Prof. DR. Hj. Siti Muri’ah dengan tegas menerangkan bahwa “Evaluasi belajar semester merupakan penilaian terhadap keberhasilan belajar mahasiswa selama satu semester, yang penyelenggaraannya dilakukan pada akhir semester”. Terangnya dalam upacara pembukaan UAS.

“UAS STAIS Kutim di samping sebagai penilaian atas kemampuan penguasaan seluruh mata kuliah yang diprogramkan dalam satu semester, juga sekaligus merupakan penilaian terhadap partisipasi aktif dan sikap belajar dari mahasiswa selama mengikuti perkuliahan”. Lanjutnya.

Ujian Akhir Semester (UAS) di STAIS kutim diselenggarakan selama 4 hari mulai tanggal 15 sampai dengan tanggal 18 Januri 2009, diikuti oleh 2 angkatan sekaligus, yakni semester I dengan 3 kelasnya, dan semester II dengan 4 kelas, yang terdiri dari reguler 4 kelas dan weekend 3 kelas. (mustatho)

Bupati Kutim Tinjau STAIS

Isran Noor: “Lahan STAIS disiapkan. Perencanaan bangunan STAIS juga dipersiapkan. Jika perlu anggaran STAIS tahun 2009 ini ditambah. Perlu juga ajukan proposal ke pemerintah Provinsi Kaltim agar STAIS dibantu. Pak Awang Faroek ‘kan ada di sana,”

Bupati Kutim, Isran Noor, meninjau plaksanaan Uajian Akhir Semester (UAS) STAIS Kutim

Peduli Pendidikan: Bupati Kutim, Isran Noor, meninjau plaksanaan Uajian Akhir Semester (UAS) STAIS Kutim

stais-wordpress (16/1/09). Pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) STAIS Kutim yang dimulai Kamis-Minggu, (15-18/1/09) kemarin terasa sangat istimewa dibandingkan dengan pelaksanaan UAS semesster-semester sebelumnya. Keistimewaan itu adalah, STAIS kedatangan pejabat-pejabat penting daerah. Hari Kamis (15/1/09) di hari pertama pelaksanaan UAS, STAIS kedatangan pejabat Disdik Kutim, Drs. Wagiman, M.Pd yang saat ini menjabat Kepala TU Disdik Kutim. Dalam kunjungannya itu, Drs. Wagiman, M.Pd selain meninjau penyelenggaraan UAS, juga meninjau beberapa fasilitas yang ada di STAIS, di antaranya meninjau Laboratorium Komputer, Perpustakaan, dan Taman Sanggar Baca yang terletak di depan perpustakaan STAIS.

Hari itu juga, sekira pukul 16.00 Wita, Prof. Muri’ah, Ketua STAIS Kutim setelah berbincang-bincang dengan Pembantu Ketua I STAIS, Amir Tajrid, M.Ag, Ketua Jurusan Tarbiyah STAIS, Kepala Lab. Komputer, dan beberapa unsur kasubbag-kasubbag STAIS lainnya, di mana dalam perbincangan itu Prof. Muri’ah disarankan untuk mengundang Bupati Kutim ke kampus STAIS Kutim guna meninjau pelaksanaan UAS dan sekaligus agar unsur pimpinan STAIS dapat bertemu dan berkomunikasi langsung dengan Bupati Kutim terkait dengan penyampaian perkembangan STAIS Kutim dua tahun terakhir ini.

Prof. Muri’ah saat itu kemudian mengirim pesan pendek (ghort Message Service) kepada Bupati Kutim, Isran Noor yang intinya mengundang Bupati Kutim untuk hadir di kampus STAIS dan sekaligus memohon kepada Bupati Kutim untuk dapat mengundang pula kepala-kepala dinas pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang terkait dengan pengembangan STAIS Kutim.

Sejak pesan pendek kepada Bupati dikirimkan, hingga keesokan paginya, Jum’at, (16/1/09) sekira pukul 08.00 Wita masih belum ada informasi tentang kepastian kesediaan Bupati untuk hadir di kampus STAIS. Selanjutnya sekira pukul 09.00 Wita, Prof. Muri’ah menerima kabar bahwa Bupati Kutim beserta rombongannya, sekaligus kepala-kepala dinas pemerintah Kabupaten Kutim akan turut hadir menyertai kunjungan Bupati Kutim itu.

Ketua STAIS Kutim, Prof. Dr. Hj. Siti Muri'ah menyerahkan cenderamata kepada Bupati Kutim, Isran Noor di Ruang Ketua

Ketua STAIS Kutim, Prof. Dr. Hj. Siti Muri'ah menyerahkan cenderamata kepada Bupati Kutim, Isran Noor di Ruang Ketua

”Sungguh surprise sekali, Ibu kira Bapak Bupati tidak akan bisa hadir memenuhi undangan STAIS, tak tahunya beliau hadir bersama dengan kepala-kepala dinas dan rombongannya” ujar Prof Muri’ah kepada unsur-unsur pimpinan STAIS Kutim. Demi menerima kabar surprise itu, Prof Muri’ah selanjutnya memerintahkan kepada Puket I, Amir Tajrid, M.Ag untuk mempersiapkan segalanya guna menyambut kedatangan rombongan Bupati Isran Noor. Bupati Isran Noor tiba di kampus STAIS Kutim bersama rombongan sekira pukul 10.00 Wita dan langsung meninjau prosesi pelaksanaan Ujian Akhir Semester STAIS sambil sesekali menyapa mahasiswa peserta UAS.

Setelah meninjau pelaksanaan UAS, Bupati Kutim selanjutnya dipersilahkan oleh Prof. Muri’ah menuju ruang rapat Ketua diikuti rombongannya. Dari kehadiran Bupati Kutim ini, terlihat satu komitmen bahwa pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mem¬berikan perhatian terhadap dua perguruan tinggi di da¬erah ini, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) Kutim.

Sehubungan dengan hal itulah, Bupati Kutim, Isran Noor yang secara khusus bersedia menyempatkan diri mengunjungi kampus sementara STAIS Kuti yang beralamat di JI. APT Pranoto, Sengata Utara, Jumat (16/1/09) kemarin. Kedatangan Bupati dan rombongan disam¬but Ketua STAIS, Prof Dr Hj Siti Muri’ah dan Pembantu Ketua I, Amir Tajrid,M.Ag.

Ikut dalam rombongan tersebut antara lain: anggota DPRD Ku¬tim Marden, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda), Berikut staf khusus Ardiansyah, Asisten Administrasi Riza Indra Riady, Wakil Kepala Dinas Pendidikan S. Haryanto, Kepala Tata Usaha Dinas Pendidikan Wagiman. Ke¬mudian Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD Kutim), Drs. H. Darly Yusuf.

Pada saat bin¬cang-bincang mengenai pembangunan Kutim kede¬pan, Bupati Isran Noor menyarankan kepada pengelola STAIS agar mempersiapkan segala sesuatu menyangkut dengan kemajuan pembangunan sekolah tinggi ini.
“Lahan STAIS disiapkan. Perencanaan bangunan STAIS juga dipersiapkan. Jika perlu anggaran STAIS tahun 2009 ini ditambah. Perlu juga ajukan proposal ke pemerintah Provinsi Kaltim agar STAIS dibantu. Pak Awang Faroek ‘kan ada di sana,” ujar Isran..

Disebutkan, pendidikan mendapat perhatian sung¬guh-sungguh dari Pemkab Kutim untuk terus dibenahi. Apalagi dalam konsep Gerakan Daerah Pengembang¬an Agribisnis (Gerdabangagri), salah satu pilar utama yang harus dikembangkan adalah upaya peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Kutim Cemerlang (cerdas, merata dan prestasi gemilang).

Mengenai alokasi dana STAIS tahun ini, menurut Prof. Muri’ah masih terbilang kurang dibanding kebutuhan. “STAIS hanya mendapat alokasi dana sekitar Rp 1, 3 miliar saja. Padahal STAIS memerlukan dana lebih besar dari itu. Mengingat masih banyak hal yang perlu dibenahi,” ujar Prof. Muri’ah.

Kunjungan Bupati Isran Noor ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata oleh Ketua STAIS Kutim, Prof Dr. Hj. Siti Muri’ah kepada Bupati Isran dan diakhiri dengan foto bersama antara Ketua STAIS dengan Bupati Isran bersama seluruh rombongan yang menyertai. (Admin_stais-wordpress/hms2_pro-Kutim).

Pembelajaran Terpadu Melalui Outing Class STAIS Kutai Timur

STAIS Kutim adakan Outing Class Ke Teluk Lombok

Pembelajaran Terpadu Melalui Outing Class STAIS Kutai Timur

Donny A. Mahbubi, SE, MSA dan M. Taher, MM
Outing Class STAIS: dari kiri, Ustadz H. Ahmad Faiz, Lc, MA, Mushthofa Luthfi, S.Pd.I, dari kanan depan: Ahmad Surono, MSI, Mawardi dan Prof. Dr. Hj. Siti Muri’ah, dari kanan belakang: Donny A. Mahbubi, SE, MSA dan M. Taher, MM

STAIS, Info (4/1)
Minggu (04/01), di STAIS waktu menunjukkan pukul 08.00 WITA. Meskipun pagi itu langit dibalut mendung, di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Sengata (STAIS), telah tampak ramai dengan aktifitas mahasiswanya, mempersiapkan segala keperluan dalam rangka pembelajaran terpadu melalui program Outing Class.

Nampak sebagian mahasiswa sibuk mempersiapkan peralatan lomba, mulai dari tali untuk tarik tambang, karung untuk balap karung, dan bakiak (sandal yang terbuat dari kayu) panjang untuk lomba jalan cepat. “Kesemarakan dalam kebersamaan inilah tujuan outing class kali ini, di samping untuk tujuan utamanya sebagai ajang pembelajaran kontekstual”. Demikian ujar ketua Panitia Outing Class Surono, M.Si yang tampak antusius memberi arahan teknis sebelum rombongan diberangkatkan.

Dalam sambutan pemberangkatannya, Ketua STAIS kutim, Prof. DR. Hj. Siti Muri’ah, berpesan bahwa program outing class seyogyanya bukan untuk bersenang-senang semata, bahwa outing class adalah program pembelajaran terpadu yang melingkupi pengembangan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik mahasiswa. “Dalam program outing class hal ini terwujud melalui kebersamaan, team working dalam lomba-lomba dan interaksi langsung dengan alam”. Ujarnya.

“Pembelajaran akan lebih efektif apabila siswa dapat belajar sendiri langsung pada alamnya”. Imbuh Ketua STAIS lebih lanjut.

Outing class sendiri merupakan program reguler persatu tahunan dari kampus STAIS tidak hanya diperuntukkan sebagai wahana pembelajaran bagi BEM dan mahasiswa, tetapi juga sekaligus untuk para dosen dan karyawan dalam rangka peningkatan kinerja dan sublimasi kesadaran akan arti penting kebersamaan dan kerja sama team (team working).

Acara makan bersama pada momen Outing Class STAIS di Teluk Lombok Kutim

Acara makan bersama pada momen Outing Class STAIS di Teluk Lombok Kutim

Outing class STAIS pada Minggu (4/1) ini diadakan di Pantai Teluk Lombok dengan berbagai perlombaan, mulai dari perlombaan tarik tambang antar mahasiswa dan karyawan, lomba balap karung, jalan cepat berbakiak dan sepak bola. Perlombaan dibuka langsung oleh Ketua STAIS pada pukul 10.30.WITA.

Meskipun dengan hadiah ala kadarnya, tidak berarti menghilangkan antusiasme mahasiswa dan para dosen untuk berlomba dan saling berkompetisi. Hal ini terbukti dengan banyaknya juara yang justru diraih oleh mahasiswa. Sebagai contoh, lomba balap karung dimenangkan oleh Randy mahasiwa semester III, lomba Bakiak putra dimenangkan oleh pasangan Nurul dan Fauzan, Bakiak putri oleh Patmawati dan Reski. Hanya pada lomba tarik tambang yang dimengkan dosen dan karyawan.

Setelah lelah berlomba, outing class diakhiri pada pukul 15.30. WITA. Dua bus pemkab Sengata Kutai Timur membawa rombongan STAIS Kutim kembali dengan selamat. sayo narak! (mustatho)

Pelantikan BEM STAIS: Membudayakan Mahasiswa Berorganisasi secara Profesional

Ketua STAIS Kutim, Prof. Dr. Hj. Siti Muri'ah melakukan prosesi pelantikan MPM dan BEM STAIS Kutim, Sabtu 3 Januari 2008 di dampingi Kasubbag Mikwa STAIS Kutim, Mushthofa Luthfi, S.Pd.I

Ketua STAIS Kutim, Prof. Dr. Hj. Siti Muri'ah melakukan prosesi pelantikan MPM dan BEM STAIS Kutim, Sabtu 3 Januari 2008 di dampingi Kasubbag Mikwa STAIS Kutim, Mushthofa Luthfi, S.Pd.I

STAIS, Info (04/01).
Sabtu malam (03/01), Civitas akademika STAIS Kutai Timur punyai gawe besar. Melantik kepengurusan BEM STAIS periode 2008/2009. Acara pelantikan diselenggarakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kampus STAIS Kutim, Jl. APT. Pranoto No.1 Sengata Kutim, mulai pukul 19.30 WITA..
Ketua STAIS Kutim Prof. DR. Hj. Siti Muri’ah, dalam sambutannya menyatakan, dengan dilantiknya kepengurusan BEM-STAIS seyogyanya kemudian menjadi pusat kegiatan mahasiswa untuk membentuk organisasi lainnya seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Bagaimanapun BEM adalah kiblat kemajuan sebuah perguruan tinggi.” Ujarnya di sela-sela sambutan.
Lebih lanjut Ketua STAIS kutim mensoroti fenomena yang menjangkiti civitas BEM pada umumnya, yakni keterlambatan studi dan prestasi yang merosot yang selama ini menjadi stigma di lingkungan aktivis dan BEM. “BEM tidak bisa menjadi alasan keterlambatan study, lebih-lebih IPK (indeks prestasi kumulatif) yang jeblok”. “Aktifis BEM minimal harus mempunyai IPK 3.00 dan selesai tepat waktu”.
“Pembentukan BEM STAIS adalah untuk kemajuan kampus dan melatih mahasiswanya profesioanal dalam berorganisasi dan handal dalam prestasi”. Imbuh Ketua STAIS yang memang telah kenyang asam-garam dunia akademik ini.
Dalam kesempatan yang sama, Pembantu Ketua III STAIS, Haryono, M.Si, mengatakan pembentukan BEM di samping sebagai sarana membesarkan STAIS Kutim, secara korelasional BEM mempunyai fungsi membantu Pemkab Kutim untuk mewujudkan daerah kutim meraih prestasi gemilang di bidang pendidikan dan pemberdayaan manusia.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Sengata (BEM STAIS) periode 2008/2009, Mawardi, dalam pidato pengukuhannya berharap, dengan terbentuknya kepengurusan BEM STAIS ini, ke depan BEM STAIS mampu menjadi barometer pemberdayaan SDM yang ada di Kampus, utamanya sebagai pusat kegiatan mahasiswa. Mawardi berjanji akan membawa BEM STAIS bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat kutim.
Terkait programnya, BEM STAIS segera akan mengoptimalkan semua potensi yang ada, termasuk membentuk UKM dan jaringan dengan organisasi luar. “BEM akan segera membentuk UKM-UKM dan membuat jaringan yang bersinergi dengan organisasi-organisasi luar”. yakin Mawardi lebih lanjut dalam pidatonya. (Mustatho)

Pelantikan BEM STAIS Kutim

Pelantikan BEM STAIS Kutim, Presiden Mahasiswa BEM STAIS Kutim, Mawardi, sedang membacakan janji pengurus BEM STAIS Kutim Periode 2008/2009 pada acara Pelantikan Sabtu, 3 Januari 2008 bertempat di Ruang Lab Komputer STAIS Kutai Timur

Momentum Idul Adha 1429 H: STAIS Kutim Gelar Temu Tomas dan Toga se-Kutim

Prof. Muri’ah:

”Jangan pilih calon wakil rakyat yang tidak peduli terhadap pendidikan;”.


Prof. Dr. Hj. Siti Muri'ah saat memberikan sambutan pembuka pada acara Silaturrahni dan Syukuran STAIS Kutai Timur bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Se-Kutim pada 11 Desember 2008

Prof. Dr. Hj. Siti Muri'ah saat memberikan sambutan pembuka pada acara Silaturrahni dan Syukuran STAIS Kutai Timur bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Se-Kutim pada 11 Desember 2008

STAIS info (11/12). Bersamaan dengan momentum Hari raya Idul Adha 1429 H, Sekolah Tinggi Agama Islam Sengata (STAIS) Kutai Timur, menyelenggarakan silaturahmi dan syukuran bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama se-Kutai Timur, yang diselenggarakan di kampus Gedung Perkuliahan Umum APT. Pranoto, No 1, pada kamis (11/12), mulai pukul 10.00 WITA.

Silaturahmi, temu tokoh masyarat dan tokoh agama itu sendiri bertujuan sebagai sarana menggalakkan dan memperkokoh jalinan ukhuwah islamiyah dan insaniyah antara semua elemen masyarakat Kutai Timur dengan civitas akademika STAIS kutim.

”Pentingnya silaturahmi sebagai perekat ukuwah semakin terasa terutama dalam konteks masyarakat indonesia dewasa ini. Di mana masyarakat indonesia dihadapkan dengan berbagai persoalan kompleks kemanusiaan yang timbul sebagai akibat dari krisis dunia saat ini”. Ungkap ketua STAIS Prof. Dr. Hj. Siti Muri’ah dalam sambutannya.

”STAIS sendiri adalah perguruan tinggi yang siap membangun masyarakat kutim ke depan, dengan menghasilkan lulusan-lulusan yang handal, dan penggerak di semua bidang kemasyarakatan, utamanya di bidang keagamaan. Untuk itu sinergitas antara pemerintah kutim dengan civitas akademik STAIS sangat diperlukan. Sebagai stakeholder, pemerintah kutim memang sudah seharusnya lebih responsif dalam hal ini”. Imbuh Ibu Hj. Siti Muriah yang sekaligus kondang dengan keda’iahannya ini.

Disinggung masalah kepemimpinan kutim, Prof. Dr. Hj. Siti Muri’ah, ketua STAIS kutim yang sekaligus Penasihat Ahli bidang keagamaan dan kewanitaan Bupati Kutim H. Awang Farid Ibn Ishak –saat ini menjadi gubernur terpilih kalimantan Timur 2009-2014, ini mengungkapkan hanya kepada pemimpin-pemimpin yang responsiflah Civitas akademik STAIS akan memberi dukungan.

”STAIS tidak akan mendukung para pemimpin yang tidak responsif terhadap rakyatnya, dan hanya pada mereka yang mengerti dan responsif terhadap pendidikan STAIS memberikan dukungan”.

Ketua DPRD Kutim, Drs. HM. Mujiono, M.Pd sedang memberikan sambutan dalam acara Silaturrahmi dan Syukuran STAIS Kutim bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se-Kutim bertempat di kampus STAIS Kutim tanggal 11 Desember 2008

Ketua DPRD Kutim, Drs. HM. Mujiono, M.Pd sedang memberikan sambutan dalam acara Silaturrahmi dan Syukuran STAIS Kutim bersama Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se-Kutim bertempat di kampus STAIS Kutim tanggal 11 Desember 2008

Tak mau kalah dengan pancingan ketua STAIS ini, ketua DPRD kutim, Drs. H.M. Mudjiono,M.Pd, berjanji akan memfasilitasi dan menjadi mediator terlaksananya sinergitas antara pemerintah dan pihak kampus.

”Atas nama legislatif, lembaga kami akan berusaha sekuat mungkin untuk menjadi fasilitator atas terjalinnya sinergitas antara kampus STAIS sembagai lembaga pendidikan di satu sisi dengan pihak eksekutif di pihak lain”. Ujarnya mantap.

Kampus STAIS sendiri telah mendapatkan hibah tanah seluas 12 hektar persegi dari pemerintah kabupaten Sengata untuk sarana pengembangan kampus ke depan. Silaturahmi yang dihadiri berbagai elemen masyarakat ini, dihadiri setidaknya 300 undangan yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, aparatur negara dan masyarakat sekitar kampus. Acara silaturhami dan temu tokoh ini berjalan dengan semarak dan berakhir sekitar jam 13.00 WITA. Acara ditutup dengan do’a 5 tokoh masayarakat dan ramah tamah (mustatho).

STAIS KUTIM GELAR PEMILU RAYA MAHASISWA

Mawardi, Presiden BEM STAIS Kutim terpilihMawardi, Presiden BEM STAIS Kutim terpilihMawardi, Presiden BEM STAIS Kutim terpilihSekolah Tinggi Agama Islam Sengata (STAIS) Kutai Timur untuk kali pertama menggelar pesta demokrasi mahasiswa. Kegiatan kemahasiswaan ini bertajuk ”Pemilu Raya Mahasiswa (PRM) I” dan dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Nopember 2008 bertempat di gedung baru STAIS Kutim yang beralamat di jalan APT. Pranoto Sengata Utara.
Mawardi, Presiden BEM STAIS Kutim terpilihPemilu Raya Mahasiswa STAIS Kutim secara resmi dibuka oleh Ketua STAIS Kutim, Prof. Dr. Hj. Siti Muri’ah yang juga Staf Ahli Bupati Kutai Timur Bidang Keagamaan dan Pemberdayaan Perempuan. Dalam sambutannya, Prof. Muri’ah menyatakan bahwa dengan berdirinya BEM diharapkan mahasiswa BEM bisa menjadi bisa pusat kegiatan mahasiswa untuk membentuk organisasi-organisasi lain seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit-unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Event pembukaan Sidang Umum Pemilu Raya STAIS Kutim ini juga dihadiri oleh Pembantu Ketua III STAIS Kutim bidang Kemahasiswaan, Haryono, S.Ag, M.Si. yang dalam sambutannya, Haryono mengatakan bahwa kegiatan Pemilu Raya Mahasiswa ini merupakan momentum bersejarah karena STAIS untuk kali pertama memilih presidennya secara langsung, sekaligus terbentuknya BEM STAIS Kutai Timur yang pertama.
Ketua Panitia Penyelenggara Pemilu Raya Mahasiswa STAIS Kutim, Imam Hanafie, MA yang juga mantan Ketua Umum Senat Mahasiswa STAIN Samarinda periode 1998/1999 ini dalam sambutan pembukaan Pemilu Raya Mahasiswa mengatakan bahwa untuk tahun akademik 2008/2009 ini pembentukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) panitia penyelenggaranya masih ditangani oleh pihak lembaga STAIS Kutim dengan dibantu oleh beberapa orang mahasiswa STAIS Kutim, dan setelah terbentuknya BEM STAIS Kutim semua pengelolaan organisasi kemahasiswaan diserahkan sepenuhnya kepada pengurus BEM terpilih.

Suasana penghitungan suara pada Pemilu Raya Mahasiswa STAIS Kutim

Suasana penghitungan suara pada Pemilu Raya Mahasiswa STAIS Kutim

Rangkaian kegiatan Pemilu Raya Mahasiswa STAIS Kutim ini dimulai pada pukul 08.15 Wita dengan agenda antara lain, sidang pembahasan Tata Tertib Persidangan, pemilihan ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) STAIS Kutim dan yang terpilih menduduki jabatan legislatif ini adalah Nurcholis sebagai ketua MPM dan Efi Aprianawati sebagai sekretarisnya, dilanjutkan dengan pembentukan komisi-komisi, sidang komisi-komisi, dan pemilihan presiden mahasiswa yang kemudian diakhiri dengan pidato perdana presiden terpilih.
Kegiatan Pemilu Raya Mahasiswa STAIS Kutim ini diikuti oleh hampir seluruh mahasiswa, baik mahasiswa kelas reguler maupun weekend. Sedangkan calon presiden mahasiswa dalam kegiatan Pemilu Raya Mahasiswa ini diikuti oleh dua orang kandidat yaitu, Muhammad Idris, mahasiswa semester III dan Mawardi yang juga duduk di semester III. Sementara M. Andi Fauzan Razak, mahasiswa semester III yang juga hendak mencalonkan diri dan sempat disebut-sebut memiliki pendukung yang cukup banyak dan kans yang kuat, mengundurkan diri dengan alasan ingin memberi kesempatan penuh bagi kedua pesaingnya.
Sesi pemilihan presiden mahasiswa dalam kegiatan Pemilu Raya Mahasiswa ini akhirnya dimenangi oleh saudara Mawardi dengan kemenangan tipis dari rivalnya Muhammad Idris dengan perolehan suara, Mawardi: 70 suara dan Idris: 68 suara, sedangkan jumlah suara yang abstain sebanyak 3 suara. Meski kalah tipis dari rivalnya, Idris secara legawa menerima kekalahannya dan menghimbau pendukungnya untuk membantu mensukseskan program-program presiden terpilih. Susunan pengurus inti BEM STAIS Kutim antara lain: Mawardi (presiden mahasiswa), M. Andi Fauzan Razak (wapres mahasiswa), M. Idris (sekjen), Eka Martikawati (bendahara umum), dan, Tri Suryaningsing (wakil bendahara).

Antusiasme Peserta Pemilu Raya STAIS Kutim

Antusiasme Peserta Pemilu Raya STAIS Kutim

Kegiatan Pemilu Raya Mahasiswa STAIS Kutim ini ditutup dengan pidato presiden mahasiswa terpilih, Mawardi yang dalam pidatonya mengatakan bahwa kemenangannya bukanlah kemenangannya secara pribadi, tetapi merupakan kemenangan seluruh mahasiswa STAIS Kutim. Dan ia mengajak semua mahasiswa STAIS untuk melupakan perbedaan serta bersama-sama membesarkan BEM STAIS Kutim, sekaligus mengajak para mahasiswa untuk membantu pemerintah kabupaten Kutai Timur mewujudkan Kutim Cemerlang. (Hans)

STAIS Kutim Tempati Gedung Baru

Sengata, 20 Oktober 2008, Semula semua kegiatan perkuliahan STAIS Kutim dipusatkan di komplek SMUN 1 Sengata sejak dibukanya STAIS Kutim pada bulan September 2007 dua tahun silam. Di SMUN 1 Sengata ini STAIS Kutim menyewa 2 ruang kelas dan 1 untuk ruang kantor untuk semua kegiatan perkuliahan.
Saat STAIS Kutim dibuka dengan dasar Ijin Operasional SK Dirjen Pendis Depag RI No. Dj.I/177/2007 Tanggal 20 April 2007, proses perkuliahan masih dilaksanakan secara sangat sederhana, dimulai dari proses perkuliahan “melantai” (mahasiswa duduk di lantai tanpa alas apapun, termasuk dosennya), perkuliahan dengan beralaskan karpet, hingga secara bertahap proses perkuliahan menggunakan kursi kuliah yang pada tahap pertama baru bisa membeli kursi sebanyak 100 buah di mana pembelian kursi tahap pertama tersebut berasal dari dana hibah beasiswa mahasiswa STAIS dari diknas Kutim.
Terhitung sejak Senin, 20 Oktober 2008, Sekolah Tinggi Agama Islam Sengata (STAIS) Kutai Timur telah menempati gedung baru, yaitu Gedung Pertemuan Umum (GPU) yang terletak di Jalan APT Pranoto Sengata Utara Kutai Timur. Gedung GPU yang digunakan sebagai pusat kegiatan perkuliahan ini pada awalnya adalah gedung yang menurut rencana akan digunakan untuk venue kegiatan PON Kaltim 2008, berhubung Kabupaten Kutai Timur dicoret dari daftar tempat penyelenggaraan PON, maka gedung GPU yang dtelah dibangun dengan megah di Jalan APT Pranoto itu mangkrak dan tak terurus.
Selanjutnya pimpinan STAIS Kutim berinisiatif memindahkan kegiatan perkuliahan di gedung GPU mengingat gedung tersebut tidak digunakan untuk kegiatan atau instansi lainnya. Melalui surat yang ditandatangani antara pihak STAIS Kutim dengan Pihak Umper Pemkab kutim, STAIS Kutim diperkenankan menggunakan gedung GPU sebagai pusat perkuliahan STAIS Kutim dengan status pinjam-pakai.
Hari itu sejak Senin, 20 Oktober 2008, STAIS Kutim boyongan dari SMUN 1 Sengata ke Gedung GPU di Jalan APT Pranoto. Pada malam perpindahan itu, di salah satu ruang gedung baru GPU (kini ruang pusat pelayanan administrasi dan Jurusan Tarbiyah) diadakan syukuran dan do’a bersama yang dipimpin oleh Amir Tajrid, M.Ag, Pembantu Ketua I STAIS Kutai Timur.
Selanjutnya secara bertahap pimpinan STAIS Kutim melalui Kasubbag Umum, Giarno, S.Sos.I beserta jajarannya melakukan pembenahan-pembenahan gedung GPU, yakni mulai dari pembuatan partisi untuk ruang perkuliahan, kantor pusat rektorat, ruang layanan administrasi, ruang perpustakaan, lab bahasa, lab komputer dan pembuatan tandon air untuk.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.